Profil

Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat Non Profit atau NGO (No- Governmental Organization) bergerak di bidang Pendidikan Lingkungan Hidup dan Konservasi Alam dan tidak berafiliasi dengan lembaga apapun. PPLH Seloliman  berdiri sejak Tahun 1990 dan secara Legalitas berada di bawah Payung Yayasan Lingkungan Hidup Seloliman (YLHS).

PPLH Seloliman mempunyai luas lahan 3,7 hektare dengan beberapa fasilitas pendukung pendidikan lingkungan. Terletak di lereng sebelah barat gunung Penanggungan yang diklaim menjadi gunung yang paling banyak menyimpan situs peninggalan budaya di pulau Jawa.  PPLH Seloliman mempunyai Visi yaitu terbangunnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup yang lestari dan berkelanjutan melalui pendidikan lingkungan hidup dan pendidikan pembangunan berkelanjutan.

Sedangkan Misi PPLH Seloliman adalah:

  • Melakukan pendidikan untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup.
  • Melakukan upaya-upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup secara bijaksana dan berkelanjutan dengan cara mengembangkan, membantu, dan menyebarluaskan informasi serta ilmu pengetahuan yang ramah lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perdamaian umat manusia.
  • Memberikan informasi dan membangun kerja sama dengan masyarakat dalam upaya-upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup secara bijaksana.
  • Melakukan usaha-usaha peningkatan kapasitas masyarakat dalam berbagai aspek dalam rangka pemberdayaan, pengentasan kemiskinan dan membangun kemandirian.
  • Melakukan advokasi untuk pelestarian lingkungan hidup.

Untuk mencapai Visi dan Misi tersebut memerlukan program-program pendidikan dan fasilitas yang mendukung. Program yang telah disiapkan antara lain yaitu: Program Ekologi Hutan Tropis, Pengembangan Pertanian Organik, Program Pengelolaan Sampah, Program Energy Alternatif, Program Ekowisata Seloliman dan Gunung Penanggungan, Program Sosial Pedesaan, Tanaman Obat Keluarga, Program Sekolah Adiwiyata, dan PHM (Pertemuan Hari Minggu).

Impact yang diharapkan dari keberadaan PPLH Seloliman adalah adanya perubahan pola pikir dan perilaku dalam memandang lingkungan di sekitarnya sehingga lebih arif dan bertanggung jawab terhadap Lingkungan Hidup itu sendiri.

Sejarah keberadaan PPLH Seloliman berangkat dari cita-cita para aktifis lingkungan yang konsen dalam penyelamatan satwa liar Orangutan di Sumatra, yang diantaranya Bapak Fred Hehuwat, Bapak Emil Salim, Bapak Linus Simandjuntak, Barita Olan Manulang, Ibu Regina Frey, Ibu Lily Tumbeleka. Semuanya sepakat mendirikan sebuah lembaga dengan nama Yayasan Indonesia Hijau (YIH) yang saat ini berganti nama menjadi Yayasan Lingkungan Hidup Seloliman (YLHS). Berdirinya YIH tidak lepas dari dukungan para volunteer saat itu diantara Bapak Soeryo Wardoyo Prawiroatmodjo, Priyo Soemandojo, Sarifudin Ngulma, Heksa Widagdo, dkk. Metode pendidikan yang dilakukan saat itu dengan cara pendampingan keberbagai intansi masyarakat dan media cetak yang salah satunya dikenal dengan majalah “Suara Alam”.

Para proses perjalanan pendiri YIH berkeinginan mendirikan tempat pendidikan lingkungan, dimana semua orang dapat belajar dan berinteraksi langsung dengan keadaan alam yang sebenarnya. Dengan support pendanaan dari kedutaan besar Belanda, sejak 1989 Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Seloliman mulai dibangun. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan konsep landscpae bangunan yang ramah lingkungan dan tidak merubah kontur/bentuk tanah yang ada saat itu. Pembangunan ini tidak lepas dari support dari donatur dan pemerhati lingkungan yang diharapkan mampu memperlancar tersampaikannya visi dan misi lembaga.

Tepatnya 15 Mei 1990 PPLH Seloliman diresmikan keberadaannya ditengah masyarakat tepi hutan gunung Penanggungan sebagai fokus utama program pendidikan lingkungan. Dalam persmian hadir berbagai tokoh penting dunia, yang salah satunya Paduka Pangeran Bernhard – Belanda yang saat itu Beliau menjabat sebagai Presiden Direktur WWF. Untuk menjalankan aktifitas program yang ada YIH mendelegasikan PPLH kepada Bapak Suryo Wardoyo Prawiroatmodjo dkk. Selama hampir 27 tahun menjalankan visi – misinya, PPLH masih belum mampu berdiri secara mandiri dalam mengupayakan penyadaran masyarakat. Support dan doa dari semua fihak tetap Kami harapkan. Dengan semangat cinta lingkungan, saat ini, dan nanti PPLH berusaha menjadi Teman, Mitra, Konsultan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk keberlanjutan kehidupan yang aman dan sejahtera.

“Dengan Anda Berkunjung ke PPLH, Anda Menyumbang Upaya Pelestarian Lingkungan”

Seloliman 2017 – Alamku Sahabatku

Salam Lestari…