Fasilitas

PPLH Seloliman menyediakan fasilitas bagi para wisatawan maupun peserta program pendidikan lingkungan hidup. Fasilitas itu berupa Penginapan, Restoran, Tanaman Obat dan fasilitas penunjang liburan Anda.

Penginapan mulai dari Bungalow, Guest House hingga Asrama memiliki arsitektur unik, kombinasi desain bangungan antara Bali, Eropa dan Jawa dan bangunan menyatu ke alam. Restoran menyediakan menuekologis dengan khas menu Jawa dan Eropa. Arsitek pembangunan fasilitas berasal dari Jerman, Mr. Ulric Furke H, yang mengacu landcape ramah lingkungan dan bergaya resort. Ini memberikan kenyamanan yang belum pernah Anda rasakan di tempat lainnya.

Penginapan

Sebagai pusat pendidikan lingkungan, sejak awal pembangunan fasilitas PPLH Seloliman, mengacu pada konsep ramah lingkungan dan selaras alam, dengan desain “Back to Nature”. Fasilitas akomodasi yang ditawarkan untuk peserta program maupun wisatawan yang datang untuk menginap, merupakan penginapan tradisional dengan dominiasi arsitektur rumah Jawa. Bagi wisatawan yang menginap juga bisa merasakan langsung sejuknya udara segar karena di sekeliling area penginapan dipenuhi dengan bunga-bunga indah dan pepohonan yang rindang. Harmonisasi dari suara-suara binatang yang ada di sekitar taman maupun tepi hutan PPLH Seloliman menjadi sebuah hiburan yang menarik bagi Anda saat bermalam di sini.

  • Bungalow, PPLH Seloliman memiliki 8 unit Bungalow yang diperuntukkan bagi tamu umum yang menginap dan berprogram atau bagi tamu hanya menginap saja. Lebih cocok bagi keluarga kecil yang ingin merasakan tinggal di dekat hutan dengan kesejukan udara pegunungan. Masing-masing Bungalow berkapasitas untuk 4 orang. Dari setiap Bungalow memiliki pemandangan luar yang berbeda-beda. Seperti Bungalow Merpati, jika menginap di sini, Anda bisa melihat pemandangan alam hutan Penanggungan. Di Bungalow Buaya, Anda bisa melihat keindahan Gunung Penanggungan dan di Bungalow Kelinci memberikan panorama alam dan Gunung Jambe.
  • Guest Huose I dan II, Fasilitas penginapan yang bisa digunakan bagi keluarga maupun rombongan dengan jumlah anggota tidak terlalu banyak, PPLH Seloliman mempunyai 2 unit Guest House dengan kapasitas masing-masing untuk 6 orang (Guest House I) dan 12 orang (Guest House II).Jika menginap di kedua Guest House ini, sensasi rumah terapung akan terasa sekali dan seolah-olah Anda berada di tengah danau kecil. Ini tak lain adanya kolam ikan serta kebun yang mengelilingi bangunan. Terlebih di malam hari, Anda serasa tidur di dalam hutan namun tetap merasakan kehangatan di dalam ruangan yang dilengkapi dengan kelambu. Ditambah harmonisasi suara serangga yang datang dari area kebun dan hutan.
  • Guest House Pawitra, bangunan ini merupakan bangunan terbaru yang dimiliki PPLH Seloliman dengan nama lain dari gunung Penanggungan. Desain bangunan mengadopsi desain rumah Jawa, kental dengan ornamen tradisional seperti hiasan wayang kulit dengan tokoh-tokoh seperti Arjuna, Srikandi, Werkudoro dan sebagainya. Bangunan bertingkat dua lantai dan berkapasitas untuk 85 orang, Konsep bangunan tetap mengacu pada ramah lingkungan dan selaras alam. Hanya saja, untuk kamar mandi mengadopsi model kamar mandi konvensional. Seperti halnya Asrama, Guest House Besar ini juga diperuntukan bagi peserta program. Di Guest House Besar tersedia perlengkapan mandi (sabun dan handuk), air minum (dalam kendi) dan layanan laundry.
  • Dormitory (Asrama) Desain dan bentuk Asrama adalah perpaduan dari bangunan Jawa, Bali, Eropa. Dibuat seperti ini untuk memberikan nilai-nilai pendidikan bagi setiap peserta program yang menginap khususnya bagi pelajar maupun mahasiswa dengan kapasitas 60 orang. Asrama juga memiliki nilai keunikan tersendiri mengingat bentuk kamar mandi yang panjang dan semi terbuka sehingga saat mandi masih bisa menikmati keindahan lingkungan sekitar. Namun jangan khawatir, tidak ada orang dari luar yang bisa melihat penghuni Asrama saat mandi.
    Asrama ini memang diperuntukkan sebagai tempat menginap peserta program dalam jumlah besar di PPLH Seloliman. Mayoritas peserta program yang menginap di Asrama ini dari kelompok sekolah maupun perguruan tinggi. Di Asrama tersedia perlengkapan mandi (sabun dan handuk), air minum (dalam kendi) dan layanan laundry. Untuk menginap di Asrama, harga paket kamar sudah termasuk dalam biaya program.
Restoran Alas

Restoran Alas - PPLH ini dibangun pada tahun 2006. Fasilitas ini sebagai penunjang kegiatan penyadaran masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi produk dan makanan yang sehat untuk upaya mendukung kelestarian lingkungan.

Semua menu yang disajikan mengacu pada menu organik food, dengan pengolahan tanpa menggunakan zat aditif kimia berbahaya. Produk yang dijual kebanyakan disupport oleh pertanian terpadu yang ada di PPLH Seloliman dan MUTHOS (Manajemen Usaha Tani Organik Seloliman) yang menyediakan produk ramah lingkungan. Disaat anda menikmati menu di Restoran Alas anda akan dimanjakan dengan pemandangan hutan gunung Penanggungan yang hijau dan terkadang berkabut, kicauan burung - burung, dan suara gemuruh air sungai Maron yang tidak jauh dari restoran alas. Tim dapur juga menganut masakan asli Indonesia, tetapi kami juga berusaha menawarkan masakan eropa dan memadukan masakan sesuai dengan selera Anda.

Aula Pertemuan

Untuk mendukung kegiatan penyampaian materi program pendidikan lingkungan atau diskusi dengan kelompok besar, kami menyediakan aula pertemuan dengan kapasitas, tempat, dan keunikan yang berbeda. Semua disediakan sesuai kebutuhan kelompok. Aula pertemuan di rancang dengan bentuk yang ramah lingkungan diantaranya :

  1. Aula Suryo berkapasitas ±200 orang. Aula pertemuan ini mempunyai keunikan dengan arsitek bangunan Jawa-Bali, merupakan bangunan yang pertama dibangun untuk diskusi lingkungan. Dinamakan Aula Suryo adalah dengan tujuan memberikan penghargaan kepada Direktur pertama PPLH Seloliman yang telah wafat tahun 2010.
  2. Aula Garuda berkapasitas 70 orang. Aula semi modern ini mempunyai banyak jendela sudut yang bertujuan mengurangi panasnya ruangan dan memberikan ruang untuk sinar matahari dapat lebih banyak masuk, sehingga meminimalkan pengguanaan lampu. Nama aula Garuda diambil dari lambang negara Indonesia.
  3. Aula Pertanian berkapasitas 70 0rang. Bangunan menyatu dibawah aula garuda. Dinamakan aula pertanian untuk korelasi pengembangan pertanian organik.
  4. Aula Karet berkapasitas 100 orang. Bertempat di alam terbuka dengan tempat duduk kursi kayu. Dinamakan aula karet karena tepat berada dibawah pohon Karet yang menambah kesejukan lokasi ini.
Kebun Pertanian Organik

Merupakan pusat informasi dan tempat belajar bagi para petani dan pihak-pihak lainnya menyangkut pertanian organik. Lahan dan media-media yang ada dijadikan bahan percontohan untuk penerapan pertanian organik serta sebagai salah satu media untuk pendidikan lingkungan hidup di PPLH Seloliman.

Di tempat ini terdapat beberapa media yang bisa digunakan untuk media pembelajaran, seperti: rumah pengomposan, rumah ternak (sapi,kambing,ayam,bebek), tempat pembibitan tanaman, kebun sayur, dan kebun buah.

Dengan lokasi yang menyatu dengan beberapa fasilitas lain, sehingga mempermudah proses pembelajaran kepada kelompok sasaran. Tempat ini juga dapat digunakan sebagai media pendidikan lingkungan hidup bagi para pelajar (SD, SMP, SMA dan Peguruan Tinggi), swasta, aparat pemerintahan dan masyarakat luas.

 

Taman Kreatif

Kami telah menyediakan tempat bermain bagi anak-anak Anda saat bermalam di PPLH Seloliman, fasilitas bermain ini mempunyai luas 100 m persegi dengan wahana bermain kolam anak, kolam ikan terapi, ayunan dan jembatan bambu. Dengan permaianan yang alami anak-anak dapat mengembangkan keberanian dengan dukungan orang tua langsung.

Perpustakaan Lingkungan

Bagi anda yang sedang berkunjung ke PPLH Seloliman, Anda dapat mengakses buku - buku yang tersedia diperpustakaan Kami untuk menambah ilmu dan wawasan Anda tentang lingkungan. Ada 5 ribu jenis buku yang tersedia di perpustakaan lingkungan ini, yang semua kita dapatkan dengan cara sumbangan dari para pemerhati lingkungan baik perorangan atau lembaga. Dengan desain bangunan perpustakaan yang ramah lingkungan tentunya akan menambah semangat anda dapat membaca.

Kebun Toga

Merupakan tempat budidaya tanaman obat yang biasa kita kenal sebagai Tanaman Obat Keluarga. Toga adalah salah satu bahan untuk pembuatan jamu tradisional. Tanaman obat ini adalah kekayaan alam Indonesia yang harus tetap dijaga kelestariannya, dan dalam upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap obat kimia. Selain sebagai media pembelajaran bagi peserta program, hasil dari produk tanaman yang telah dikembangkan disediakan untuk dijual. Saat ini ada kurang lebih 100 jenis tanaman obat yang telah berhasil dibudidayakan dan sebagian tanaman adalah sumbungan.